Senin, 21 Mei 2012

Anak sering keluyuran? bagus donk !

 Hai readers... ini tulisan pertama saya yang bertajuk sharing pengalaman (may be), karena kalau dilihat-lihat lagi semua tulisan saya temanya "How To" semua yah... berhubung baru dapat ilmu baru dari tetangga sebelah tentang cara menulis yang baik, jadi saya akan coba berbagi cerita menurut pandangan saya. okay... check this out !


Saya memang belum berkeluarga, apalagi punya anak, tapi sudah pasti kalau saya adalah seorang anak juga, sama seperti anda dan anak anda. Terkadang orang tua selalu memaksakan anaknya untuk mengikuti ideologi orang tua mereka. It's ok...selama yang menjadi ideologi orang tua itu benar, ga masalah. Tapi, apakah seorang anak harus mengikuti ideologi itu untuk bisa menjadi orang yang lebih baik? jawabannya adalah TIDAK!. Ada pepatah yang mengatakan bahwa tidak satu jalan ke Roma. Begitu pula dengan hidup, tidak satu jalan menuju kesuksesan. Saya akui, mungkin jalan yang diambil oleh orang tua sudah jelas terbukti, karena sudah pernah dijalankan dan sukses.Tapi tidak kecil kemungkinannya seorang anak akan menemukan jalannya sendiri yang mungkin jauh lebih sukses dan berhasil daripada jalan yang diambil orang tuanya.

Keluyuran? mungkin itu memang hal yang buruk buat seorang anak. Bila seorang anak terlalu lama diluar rumah maka kontrol orang tua kepada anak akan melemah dan membuat anak hilang arah dan kendali. Hal ini malah akan menjerumuskan anak ke arah yang tidak baik. So? kenapa saya bilang kalau keluyuran malah bagus? hampir semua aspek kehidupan itu seperti pedang bermata dua, yang apabila si penggunanya mahir menggunakan pedang tersebut maka pedang tersebut akan menjadi senjata yang sangat ampuh. Tapi apabila si pengguna tidak tau bagaimana harus menggunakan pedang tersebut maka dirinya sendirilah yang akan terluka.

Mari kita berandai-andai sejenak. Mari kita anggap bahwa si anak adalah pedang bermata dua dan orang tua adalah si pengguna. Kita asumsikan bahwa orang tua adalah pengguna pedang yang handal. Orang tua dengan kontrol penuh mengarahkan anaknya untuk bisa menusuk jantung dunia dan menaklukkannya. Orang tua sudah pasti harus selalu mengasah pedangnya ini agar tetap tajam. Inilah peran orang tua sebenarnya, membantu anaknya menggapai tujuannya untuk menjadi orang yang lebih baik. Ingat, bukan untuk menggapai tujuan orang tua, tapi tujuan anak. Kembali ke topik, membiarkan seorang anak keluyuran siang dan malam adalah salah satu cara untuk mendidik dan mengasah pengalamannya. Apa yang terjadi jika seorang anak tidak pernah keluar rumah? sudah pasti si anak akan menjadi orang yang penakut/paranoid dan tidak pandai bergaul. Keluyuran memang kedengarannya buruk dan banyak sisi negatifnya. Lalu kenapa? kenapa orang tua tidak mengubah hal yang negatif ini menjadi sesuatu yang positif buat anaknya?.

Dunia luar adalah pengalaman dan pengalaman adalah guru yang paling berharga. Kalau kata orang Minangkabau, "Alam Takambang Jadi Guru", artinya : Alam yang terkembang jadi guru. Biarkanlah anak anda keluyuran, biarkan mereka belajar dari lingkungannya, biarkan mereka belajar membedakan antara apa yang buruk dan apa yang baik. Tapi jangan lupa, bahwa anda adalah pengguna pedang, jangan biarkan pedang anda bergerak tidak terkontrol dan tidak terkendali. Selalu awasi mereka, jangan sampai terjerumus hal-hal yang berbahaya. Memang hal ini memang sangat merepotkan, menyita waktu, dan apabila anda bukan pengguna yang handal maka hasilnya akan mengecewakan. Tapi percayalah, jika anda berhasil mendidik anak anda dengan cara yang mereka sukai, maka anak anda akan bahagia dan anda akan menjadi orang tua yang baik. Saya bicara begini bukan tanpa dasar. Seperti yang saya bilang, saya belum punya anak dan berkeluarga. Tapi saya adalah seorang ANAK, dan dengan cara inilah orang tua saya mendidik saya, dan alhamdulillah, saya malah takut untuk berebuat yang tidak baik di luar rumah.

Mungkin cuma ini yang bisa saya bagikan ke pembaca semua, semoga bisa kita ambil manfaatnya bersama. Akhir kata, saya ucapkan terima kasih dengan rasa syukur yang luar biasa kepada Allah SWT yang telah memberikan saya ibu yang baik dan selalu menyayangi saya. Sekian dari saya, Assalamualaikum :)

5 comments:

Farhan Luthfi mengatakan...

Nice, kurasa orang tua memang perlu membiarkan anaknya keluyuran selama si orang tua masih tau anaknya keluyuran di mana dan sama siapa.

Kayak kemaren waktu aku jalan-jalan ke samosir, jumpa anak-anak bule dari U.K.
http://luthvirtue.blogspot.com/2012/05/golden-week-part-2.html
Orang tua mereka enggak ngelarang anak-anaknya untuk nangkap ikan gobi.
Mungkin biasanya orang tua Indo bakal bilang, "Jangan itu jorok."
Tapi apa yang malah terjadi sama si bule?
Anak bule, "Mom, look, i caught 25 fishes (Mama, lihat, aku nangkap 25 ikan)."
Ibu bule, "That's brilliant, honey. (Itu hebat sekali, Sayang)."

Nah, yang mau aku bilang, eksplorasi meningkatkan inovasi. Jadi biarkanlah anak-anak itu bereksplorasi apalagi jika sudah waktunya. Thx.

Ananta Bangun mengatakan...

Normal Is Boring. Demikian sebuah buku menarik nan kontroversial saya lirik di Gramedia Sun Plaza.
Pada hematnya, beberapa kalangan mampu bertindak di luar kotak dalam menyiasati masalahnya. Memang terkesan, seolah-seolah malah menjerumuskan atau memihak yang salah.
Namun, kembali pada saripati tulisan ini, ia adalah satu atau pendekatan yang tidak normal. Melewati kadar kelaziman. Namun, imbas (baik atau buruk) nya kemungkinan besar amat luar biasa. Jadi berpulang ke niatan si pelaku/ penggiat "berfikir di luar kotak tadi".
Bila memang ada orang tua (dan saya memang amat mengharapkan) demikian. Patut diteladani. Pola gaya hidup mengikuti arusnya. Tergantung kita, apakah mengikut atau menyikut? Penulis blog ini telah membuat pilihannya. Semoga... :)

Rizki Ramadhan mengatakan...

Betul yang dikatakan bang ananta... ibarat melintasi sungai, kalau kita menyebrang langsung, melawan arus. yang ada malah kita nya terseret arus. Coba kalau kita melintasi sungai itu mengikuti arus, berjalan dari hulu sungai mengikuti arah air, lalu pelan-pelan kita mulai bergerak ke pinggir tempat tujuan kita. saya jamin pasti mudah...

inilah konsep kelembutan dan kasih sayang... sesuatu itu kalau kita bentuk secara paksa yang ada bakalan patah atau pecah, kayak bikin vas bunga dari tanah liat. coba lembut-lembut, saya yakin, pasti jadi

download film gratis mengatakan...

gan... tukeran link ya... link agan udh saya pasang di http://download-film-gratis-05.blogspot.com/p/tukeran-link.html tolong pasang link saya dengan text download film gratis... tukeran link bisa meningkatkan trafik dan posisi di goggle sob..
klo udh dipasang konfirmasi ke blog saya ya...terima kasih

Rizki Ramadhan mengatakan...

Buat agan Download film gratis dari http://download-film-gratis-05.blogspot.com harap bersabar ya, karena saya belum punya halaman khusus untuk tukeran link seperti yang agan punya, tapi akan saya buat secepatnya, makasih buat tawarannya... saya sangat suka :)

Poskan Komentar