Senin, 30 Juli 2012

Cara Membuat Kotak Komentar Facebook di Blog




Mungkin teman-teman pembaca ada yang punya blog tapi sepi komentar (kayak blog saya ini nih, wkwkwk) , bisa jadi pengunjung blog teman-teman merasa prosedur pengiriman komentar terlalu rumit atau ribet.

Nah, kan facebook lagi hot-hotnya nih, ada baiknya kalau di blog kita dibuatkan from komentar yang bisa menggunakan akun facebook, jadi ga ribet login-login lagi. caranya gampang kok, teman-teman tinggal ikutin cara-cara yang ada di bawah ini oke???

Persiapan : 
  1. Jangan lupa berdoa dulu agar apa yang kita kerjakan di ridhai Tuhan , hehehe
  2. Kalau sempat kasih komentar dulu di tempat yang sudah disediakan di bawah, wkwkwk 
Langkah-Langkahnya : 
  1. Seperti biasa anda masuk dulu ke Account Blogger
  2. Klik Rancangan >> Edit HTML (Jangan lupa centang kotak expand widget template)
  3. Setelah terbuka kotak Edit HTML cari kode berikut <b:includable id='status-message'> dan diatas kode tersebut sobat akan menemukan kode ini </b:includable> (agar lebih cepat mendapatkan kode yang saya maksud diatas tekan tombol F3)
  4. Copy paste kode ini <b:includable id='status-message'> kedalam kotak pencarian. Tahap selanjutnya Copy paste Kode dibawah ini dan letakan diatas kode  </b:includable>
<b:if cond="data:blog.pageType == &quot;item&quot;"> <div id='fb-root'/>
<script src='http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1'/>
<fb:comments expr:href='data:post.url' num_posts='5' width='500'/>
</b:if>

Langkah Terakhir Save Template sobat dan selesai sehingga hasilnya akan terlihat saat membuka salah satu postingan blog. Semoga bermanfaat..

jangan lupa tinggalin komentar ya :D

Orang yang baik selalu meninggalkan jejak di blog orang lain
 - Rickyteen de'Indigo

Minggu, 29 Juli 2012

Cinta ibu bangkitkan keluargaku




Adalah sebuah kisah dari negeri Andalas pada masa nan modern dan berteknologi canggih ini. Tersebutlah dalam alkisah ini seorang wanita yang hebat. Seorang wanita yang menjadi panutan hidup bagi tiga pemuda belia yang hidup dekat dengannya. Eseeh, bisa juga ternyata saya nulis kaya beginian, hehehe… Udah ah, saya langsung aja ke topic pembahasan artikel ini J

Saya ada punya  idola, idola wanita
Bukan Agnes Monica,  bukan pula Gisella
Idola saya adalah saya punya ibunda
Yang telah bersusah payah untuk membesarkan saya.

Yup… Saya punya sosok ibunda yang punya jasa yang tak terbantahkan di kehidupan saya. Beliau bernama Nurlatifah Lubis, seorang rendah hati yang tidak pernah mau memakai nama ijazahnya yang bertitel meskipun sebenarnya beliau adalah sarjana muda D-II Matematika.

Kali ini saya akan menceritakan tentang sosok wanita paruh baya yang masih kelihatan muda, hehehe. Ibu saya lahir pada tanggal 10 Desember 1968 di Tapanuli Selatan. Beliau bertemu dengan ayah saya dan kemudian menikah pada tahun 1991. (Loh, kita kok ga dikenalin ama bapak ente sih bro Ricky?). Berhubung sekarang topiknya ibunda saya, maka masalah ayahanda saya kita kesampingkan saja dulu ya, hehehe. Ibu saya pernah berkarir sebagai guru Matematika dulunya. Sampai suatu ketika keluarga kami pindah ke tempat lain karena ayah saya dipindah tugaskan oleh perusahaan tempat ayah saya bekerja. Disinilah cerita tentang ibu dimulai.

Sudah tiga tahun lamanya semenjak kepindahan keluarga kami. Ayah dan ibu yang sudah bosan jadi pegawai pun mengundurkan diri dari tempat kerja masing-masing. Ayah dan ibu memutuskan untuk menjadi wiraswastawan.

Ibu memulai karirnya sebagai pedagang ayam ras broiler. Merintis usaha dagangnya ini bukanlah hal yang mudah buat ibu. Begitu banyak cobaan yang diderita ibu dalam karirnya. Cobaan yang tiap hari memaksa ibu menjadi wanita yang lebih kuat. Mulai dari banyaknya orang yang tidak senang dengan usaha ibu yang baru, beberapa kali kehabisan modal karena kerugian yang besar, hutang dagang yang menumpuk, ditipu rekan bisnis dan masih banyak derita lain yang harus ditanggung ibu.

Mungkin teman-teman pembaca bertanya-tanya dalam hati, apa yang ayah saya lakukan melihat istrinya diterpa ujian yang bertubi-tubi ini. Sangat disayangkan, ayah saya tidak bisa banyak membantu karena sebenarnya kondisi ayah sama memprihatinkannya dengan ibu. Usaha ayah berkali-kali mengalami kerugian.

Ibu… wanita yang tabah ini tetap berusaha memperjuangkan keluarganya sampai pada akhirnya beliau berhasil membawa kami kembali menjadi keluarga yang mapan dan berkecukupan. Besarnya cinta dan keyakinan ibu membuatnya berhasil menggapai hal yang sulit sekalipun. Sebuah pelajaran moral dapat kita petik dari kisah kehidupan wanita seperti ibu saya ini, yaitu seberapa beratpun rasanya ujian yang kita terima dari Tuhan, jangan pernah mengeluh, bekerja keraslah maka kita akan merasakan hasilnya.

Habis gelap terbitlah terang, kesedihan telah berganti kebahagiaan, waktu demi waktu pun berlalu tanpa ada satu waktupun yang luput dari siraman cinta ibu. Beliau yang selalu bangun jam empat subuh untuk mempersiapkan sarapan untuk suami dan anak-anaknya tanpa ada rasa pamrih terlintas di hatinya. Semua ini dilakukan oleh ibu tanpa mengeluh. Ibu bukanlah orang yang beranggapan bahwa uang saja sudah cukup membuat anaknya bahagia. Beliau selalu menyempatkan diri di hari-hari liburnya untuk menemani kami, anak-anaknya pergi berekreasi. Sosok ibu yang selalu berusaha membuat anak-anaknya tetap tersenyum meskipun jutaan rintangan menanti beliau untuk itu. Cinta ibu inilah yang membuat kami bangga menjadi anak-anaknya.

Sampai saat ini, ibu tidak berubah sedikitpun. Meskipun beliau akhirnya harus menjadi janda sebatang kara yang memperjuangkan nasib anak-anaknya sendirian setelah beliau diceraikan oleh ayah kami dengan alasan yang tidak saya ketahui. Biarkan sajalah itu tetap menjadi misteri, mungkin lebih baik saya tidak tahu. Untuk apa saya memusingkan hal itu, sementara ibu saja sekarang ini terlihat lebih bahagia, lebih tegar dan lebih cantik, hehehe.

Satu hal yang kami anak-anak ibu banggakan dari beliau, apa itu?... hal itu adalah hal yang banyak di lewatkan orang lain, bahkan oleh kami anak-anaknya. Yaitu ibu selalu menjaga hubungannya dengan Allah SWT. Ibu tidak pernah lupa pada Tuhan-nya meskipun disaat suka maupun duka. Mungkin inilah yang membuat ibu selalu tegar dan kuat.

Sungguh … beliau adalah ibu yang mengagumkan.

Pernah sekali, ketika ibu mengaji di kamarnya. Saat itu saya, adik-adik dan ayah sedang menonton televisi. Saya mendengar alunan ayat-ayat suci Al-Qur’an itu mengalir dengan indahnya dari bibir ibu. Saya sempat berkata takjub, “Mama kalau mengaji bagus kali lah ya…”. Lalu ayah saya menimpali, ”wajarlah, dulu semasa ibumu masih SMA, beliau pernah menjadi juara MTQ se-Kabupaten”. Begitu kalau tidak salah yang saya dengar dari ayah, saya tidak begitu ingat. Tapi yang jelas, saya berani menjamin, bahwa ibu tidak kalah dengan para santri yang ikutan MTQ itu.

Hal itu membuat saya yakin, bahwa selama ini Tuhan-lah yang membantu ibu dalam setiap kesulitannya. Saya menjadi yakin bahwa kedekatan ibu dengan Tuhan-lah yang membuatnya menjadi wanita yang kuat. Dan jelas, saya sebagai anak beliau merasa bangga dan akan terus mencoba menjadi orang yang lebih baik dan lebih baik lagi, selalu.

Kayaknya tulisan saya udah kepanjangan nih… ya sudahlah, kayaknya sampai disini aja ceritanya? (ada cerita apaan emang???). Mudah-mudahan apa yang saya tulis ini bermanfaat bagi orang lain, lumayan juga kan pahalanya bulan puasa gini,hehehe.

Jangan pernah merasa Tuhan berlaku tidak adil…
karena dibalik tiap cobaan pasti ada kenikmatan…

            Akhir kata, saya ucapkan terima kasih karena sudah mampir dan Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Tulisan ini saya tulis untuk diikutsertakan dalam kontes Fastron Blogging Challenge. Sampai jumpa J
  

Selasa, 03 Juli 2012

Daftar Server Battle Net DotA Indonesia 2012 Gratis


Berikut Daftar Server B-Net DotA Indonesia (July 2012) :

Name : Indogamers Free
IP : free.indogamers.us
Zone : 7

Name : MGI
IP : pvpgn.mediagamer.biz
Zone : 7

Name : Lebay
Zone : 7
IP : bnet.lebay.us

Name : Garena
IP : bnet.garena.com
Zone: 9

Name : New DGI
IP : KitaDota.com
Zone: 7 

Name : Republikgame
IP : 116.197.129.18 / dota.republikgame.com / rpg.netindo.org
Zone : 7

Name : OpenGamers PvPGN
IP : dota.opengamers.us
Zone : 7

Name : BattleNet Indonesia / BI
IP : battle-id.net
Zone : 7

Name : Negubaku PvPGN
IP : negubaku.com
Zone : 7
Forum : Negubaku.com/www.Negubaku.com

Name : Indogamers Konco ( IDGS KONCO )
IP : 175.103.60.79 /konco.indogamers.us
Zone : 7

Buat kawan-kawan yang pingin main DotA B-Net, silakan pilih salah satu server di atas !

diharapkan komentar kawan2, agar artikel ini tetap update, kalau ada server dota yang belum masuk, silakan post di komen, ga bayar kok, hehehehe

Jumat, 15 Juni 2012

Cita-Cita adalah Hak Asasi



Umm, sebuah pengenalan yang kuno mungkin, jika saya mengucapkan "Hai... jumpa lagi dengan saya blablabla". Namun, hanya inilah yang bisa saya pikirkan sebagai kalimat perkenalan di blog sederhana ini, jangan di caci ya :)

Oke deh, sebelumnya saya sudah menulis sebuah artikel (yang kata bang Ananta Bangun sih lumayan kontroversial) yang berjudul "Anak sering keluyuran? Bagus donk !". Artikel itu mengulas tentang apa sih bagusnya kalau sering keluyuran Menurut sudut pandang "Anak yang Dinamis". Nah kali ini saya akan menulis satu artikel lagi nih, masih dari sudut pandang "Anak yang Dinamis", artikel saya kali ini akan membahas tentang akibat dari terlalu banyaknya campur tangan orang tua dalam kehidupan anak menggapai cita-citanya. ga usah panjang-panjang lagi, Okay, Check it Out !

Keberhasilan seorang anak dalam menjalani hidupnya, menggapai cita-citanya dan kebahagiannya adalah suatu kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi oranng tuanya. Jelas, itulah tandanya bahwa orang tua itu memang benar-benar menyayangi anaknya dari lubuk hati yang paling dalam. Inilah sebab utama mengapa ada sangat banyak jumlah orang tua yang terlibat dalam kehidupan anaknya melebihi angka keterlibatan yang diperlukan.

Ngomong-ngomong, kalau kita ngobrol tentang tentang orang tua yang kayak begini nih, sebagian orang tua akan berkata "Kalau saya sih, saya biarin aja anak saya menentukan jalan hidupnya, kan dia yang menjalani, ya biarkan saja... tapi kalau udah mulai keluar jalur, baru saya turun tangan". Nah, orang tua yang kayak begini  nih yang benar-benar sayang sama anak nya. Ingat loh, SAYANG ITU GA BISA DIWUJUDKAN DENGAN OVER PROTECTIVE, bukannya menyayangi, over protective malah akan dinilai mengekang oleh orang lain, kalau ga percaya tanya aja ama tetangga atau teman-teman anda.

Ada yang benar-benar sayang anak, ada pula yang berpikir kalau mereka sayang, tapi ternyata tidak. "Saya ga mau anak saya gagal, makanya saya atur hidupnya kayak begini", sebagian orang tua yang over protective akan membuat alasan seperti ini. Coba kita bayangkan bersama-sama, mungkin anak anda berhasil, mungkin anak anda bisa jadi juara kelas, mungkin anak anda bisa menduduki jabatan yang tinggi bila dididik dengan cara ini, tapi apakah anak anda akan bahagia? jelas tidak, karena ini bukan dirinya. bukan kemauaanya. Ini sama saja dengan orang tua nya yang menjalani hidup dan si anak hanya boneka yang bisa diperlakukan sesuka hati.

Di lain pihak, akan ada orang tua yang berkata "Anak saya bandel, disuruh belajar aja ga mau, apalagi dibiarin aja.". Nah, pernahkah anda berfikir apa sebabnya anak anda membangkang? apa sebabnya mengapa anak anda sepertinya tidak perduli dengan masa depan?. Menurut saya sih, ada banyak faktor penyebabnya, salah satunya karena kurangnya mengertinya anak betapa pentingnya apa yang anda katakan kepadanya.

Ibu saya selalu memberikan pengertian kepada kami anak-anaknya tentang apa yang ia inginkan.  Beliau selalu menyuruh-nyuruh kami melakukan sesuatu, tapi dengan lembut dan penuh kasih sayang. sebagai contoh : "Kenapa lah kalian gak belajar-belajar nak e? kalau ga jadi orang kelen nanti karena malas kelen ini, bagus ga usah hidup aja lah mama lagi, udahlah mati-matian mama cari uang untuk kelen, nggak pula kelen berhasil, apalah gunanya mama hidup lagi." beberapa hal penting yang saya dan adik-adik saya petik dari hanya segelintir kalimat yang keluar dari mulut ibunda saya ini :
  1. Ibu saya benar-benar ingin semua anaknya berhasil
  2. Ibu saya tidak memaksa kami belajar atau melakukan sesuatu, melainkan memberi tahukan akibat dari perbuatan kami
  3. Ibu kami tidak ingin usahanya membesarkan kami kami balas dengan materi, cukup dengan kebahagiaan kami, maka beliau juga bahagia
Sungguh, maknanya sangat mendalam bagi kami, selalu menjadi motivasi kami, bahkan saat penulis menuliskan kata-kata beliau tadi, muncul rasa ingin menangis, ntah kenapa.
Point dari apa yang saya bicarakan di atas adalah : Kalau ibu saya saja yang single parent, yang tidak bisa selalu mengurusi kami karena kesibukan beliau mencari nafkah bisa memberikan suatu pengertian yang mendalam kepada kami, membiarkan kami tumbuh menurut jalan kami, tapi tetap dalam kontrolnya. kenapa anda tidak bisa? sudah selayaknya orang tua optimis dan berpikiran "Saya Bisa" untuk melakukan sesuatu yang sulit sekalipun demi buah hati yang dicintainya. Ingat, Cita-Cita dan Kehidupan adalah hak asasi, jangan anda rebut apa yang menjadi hak azasi anak anda. 

Mungkin untuk saat ini, hanya ini yang bisa saya tulis. nantikan tulisan-tulisan saya selanjutnya ya
selamat menjadi orang tua yang baik. :)

Senin, 21 Mei 2012

Anak sering keluyuran? bagus donk !

 Hai readers... ini tulisan pertama saya yang bertajuk sharing pengalaman (may be), karena kalau dilihat-lihat lagi semua tulisan saya temanya "How To" semua yah... berhubung baru dapat ilmu baru dari tetangga sebelah tentang cara menulis yang baik, jadi saya akan coba berbagi cerita menurut pandangan saya. okay... check this out !


Saya memang belum berkeluarga, apalagi punya anak, tapi sudah pasti kalau saya adalah seorang anak juga, sama seperti anda dan anak anda. Terkadang orang tua selalu memaksakan anaknya untuk mengikuti ideologi orang tua mereka. It's ok...selama yang menjadi ideologi orang tua itu benar, ga masalah. Tapi, apakah seorang anak harus mengikuti ideologi itu untuk bisa menjadi orang yang lebih baik? jawabannya adalah TIDAK!. Ada pepatah yang mengatakan bahwa tidak satu jalan ke Roma. Begitu pula dengan hidup, tidak satu jalan menuju kesuksesan. Saya akui, mungkin jalan yang diambil oleh orang tua sudah jelas terbukti, karena sudah pernah dijalankan dan sukses.Tapi tidak kecil kemungkinannya seorang anak akan menemukan jalannya sendiri yang mungkin jauh lebih sukses dan berhasil daripada jalan yang diambil orang tuanya.

Keluyuran? mungkin itu memang hal yang buruk buat seorang anak. Bila seorang anak terlalu lama diluar rumah maka kontrol orang tua kepada anak akan melemah dan membuat anak hilang arah dan kendali. Hal ini malah akan menjerumuskan anak ke arah yang tidak baik. So? kenapa saya bilang kalau keluyuran malah bagus? hampir semua aspek kehidupan itu seperti pedang bermata dua, yang apabila si penggunanya mahir menggunakan pedang tersebut maka pedang tersebut akan menjadi senjata yang sangat ampuh. Tapi apabila si pengguna tidak tau bagaimana harus menggunakan pedang tersebut maka dirinya sendirilah yang akan terluka.

Mari kita berandai-andai sejenak. Mari kita anggap bahwa si anak adalah pedang bermata dua dan orang tua adalah si pengguna. Kita asumsikan bahwa orang tua adalah pengguna pedang yang handal. Orang tua dengan kontrol penuh mengarahkan anaknya untuk bisa menusuk jantung dunia dan menaklukkannya. Orang tua sudah pasti harus selalu mengasah pedangnya ini agar tetap tajam. Inilah peran orang tua sebenarnya, membantu anaknya menggapai tujuannya untuk menjadi orang yang lebih baik. Ingat, bukan untuk menggapai tujuan orang tua, tapi tujuan anak. Kembali ke topik, membiarkan seorang anak keluyuran siang dan malam adalah salah satu cara untuk mendidik dan mengasah pengalamannya. Apa yang terjadi jika seorang anak tidak pernah keluar rumah? sudah pasti si anak akan menjadi orang yang penakut/paranoid dan tidak pandai bergaul. Keluyuran memang kedengarannya buruk dan banyak sisi negatifnya. Lalu kenapa? kenapa orang tua tidak mengubah hal yang negatif ini menjadi sesuatu yang positif buat anaknya?.

Dunia luar adalah pengalaman dan pengalaman adalah guru yang paling berharga. Kalau kata orang Minangkabau, "Alam Takambang Jadi Guru", artinya : Alam yang terkembang jadi guru. Biarkanlah anak anda keluyuran, biarkan mereka belajar dari lingkungannya, biarkan mereka belajar membedakan antara apa yang buruk dan apa yang baik. Tapi jangan lupa, bahwa anda adalah pengguna pedang, jangan biarkan pedang anda bergerak tidak terkontrol dan tidak terkendali. Selalu awasi mereka, jangan sampai terjerumus hal-hal yang berbahaya. Memang hal ini memang sangat merepotkan, menyita waktu, dan apabila anda bukan pengguna yang handal maka hasilnya akan mengecewakan. Tapi percayalah, jika anda berhasil mendidik anak anda dengan cara yang mereka sukai, maka anak anda akan bahagia dan anda akan menjadi orang tua yang baik. Saya bicara begini bukan tanpa dasar. Seperti yang saya bilang, saya belum punya anak dan berkeluarga. Tapi saya adalah seorang ANAK, dan dengan cara inilah orang tua saya mendidik saya, dan alhamdulillah, saya malah takut untuk berebuat yang tidak baik di luar rumah.

Mungkin cuma ini yang bisa saya bagikan ke pembaca semua, semoga bisa kita ambil manfaatnya bersama. Akhir kata, saya ucapkan terima kasih dengan rasa syukur yang luar biasa kepada Allah SWT yang telah memberikan saya ibu yang baik dan selalu menyayangi saya. Sekian dari saya, Assalamualaikum :)